Sunday, April 17, 2022

Puasa (14)


Salah satu amal yang lazim juga dilakukan di bulan Ramadhan adalah menyantuni anak yatim. Amalan ini mendampingi ibadah puasa agar suasana latihan tentang keperdulian atas sesama selama puasa dapat terjaga. 


Kita biasanya menyantuni mereka dengan keperluan fisik anak-anak tersebut. Biasanya kita menyerahkan sumbangan dana atau materi sambil mengusap kepala mereka. Langkah ini sudah benar, akan tetapi anjuran mengusap kepala anak yatim perlu kita terjemahkan lebih dalam. 


Santunan anak yatim yang kadang terlupakan adalah limpahan cinta dan kasih sayang. Tidak cukup hanya memberi kebutuhan materi fisik, memberikan cinta dan kasih sayang lebih utama, karena keyatiman seseorang tidak hanya kehilangan sumber nafkah tapi juga kehilangan kasih sayang dari orang tua yang telah tiada.


Mari kita lakukan santunan yatim dengan lengkap, tidak hanya dana atau materi fisik, tapi juga cinta dan kasih sayang sebagai implementasi “usapan kepala” dengan tepat.

(AU-16042022).

Puasa (13)


Hari ketigabelas, apakah yang telah dirasakan dan dialami setelah melalui hampir separuh bulan Ramadhan? 


Mungkin secara fisik sudah banyak yang terasa. Saya merasakan perut terasa nyaman, berat badan turun kl 1 kg dan siang hari sekitar lohor terasa ngantuk dan perlu tidur sekitar 30 menit sampai 1 jam. Secara keseluruhan kesehatan semakin baik atau minimal stabil.

Orang lain pasti punya pengalaman yang berbeda. Dari pengalaman fisik, kita bisa mengevaluasi diri atas pengaruh puasa yang kita rasakan. Dapatkah puasa memperbaiki kesehatan atau malahan menambah tidak sehat? Kalau sejujurnya membuat kesehatan menurun, menurut saya bukanlah karena kurangnya iman tapi mungkin kondisi tubuh kita sesang tidak baik dan barangkali perlu konsultasi ke dokter.


Pengalaman spiritual juga akan dirasakan setelah menjalani puasa. Mungkin ada yang merasa lebih dekat dan menyatu dengan alam sekitar. Pengalaman ini sangat pribadi dan sulit untuk diceritakan. Sudah pasti setiap individu juga merasakan pengalaman spiritual yang berbeda, dan bahkan mungkin tidak mengalami apa-apa.


Pengalaman spiritual ini perlu dideteksi dengan sensitifitas yang lebih tinggi. Tidak ada petunjuk teknis untuk ini. Kita perlu merenung dan merenung, menggali pengalaman spiritual yang dialami. 

Mari kita sama-sama merenung…..!(AU-15042022)


Thursday, April 14, 2022

Puasa (12)


Suasana dan kebiasaan umat selama pelaksanaan ibadah puasa amat beragam tergantung dengan iklim dan kebiasaan lokal dimasing-masing negara. Di Arab Saudi  yang panas dan gersang, biasanya sebagian besar aktifitas ekonomi bergeser ke sore dan malam hari, suasana siang hari menjadi sepi.


Di Indonesia yang tropis dan lembab kelihatannya aktifitas tidak banyak terpengaruh karena puasa. Beberapa kelonggaran memang diterapkan misalnya pengurangan jam pelajaran sekolah atau jam kerja/aktifitas bisnis.


Hal yang menarik di Indonesia adalah aktifitas dalam keluarga. Kegiatan ibadah puasa dalam keluarga mempunyai kesan tersendiri, sesuai dengan pola hidup setiap suku bangsa yang beragam. Pada umumnya acara berbuka bersama keluarga merupakan peristiwa yang paling mengesankan. Acara berbuka puasa hampir selalu dihadiri oleh segenap keluarga, yang biasanya kebersamaan ini mulai jarang diperoleh akibat kesibukan masing-masing. Hubungan sesama anggota keluarga bertambah akrab dalam acara berbuka bersama. Bahkan dalam beberapa kelompok yang lebih besar atau perkumpulan sengaja diadakan acara berbuka bersama, sehingga hubungan silaturahmi semakin akrab dan guyub.


Keakraban ini akan selalu dikenang sampai puasa berikutnya, inilah salah satu hikmah yang menyertai ibadah puasa. Semoga kita mendapatkan hikmah yang bertambah dalam puasa tahun ini. (AU-14042022)


Wednesday, April 13, 2022

Puasa (11)


Dalam tulisan serial Puasa sebelumnya, kita bicarakan efek puasa antara lain membelenggu syetan. Sejalan dengan itu ibadah shalat juga punya efek positif. Ini ditegaskan dalam firman Allah dalam surat al-Ankabut ayat 45: “….sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan-perbuatan keji dan munkar…..” 


Sebagaimana puasanya umat yang mengendalikan nafsu manusia sehingga syetan terbelenggu dan tidak bisa menggoda. Demikian pula dengan shalatnya umat, mengendalikan nafsu manusia agar tidak berbuat keji dan munkar. Seyogianya semakin banyak umat yang menunaikan shalat sesuai dengan perintah Allah, semakin jauh berkurang perbuatan keji dan munkar. 


Sekarang kita perlu mensyukuri kenyataan hari ini semakin banyak orang yang patuh menunaikan shalat, kita lihat tempat shalat di area publik seperti mall, stasiun, dll menyediakan fasilitas masjid atau musholla yang representatif. Ini menunjukkan semakin banyak umat yang mematuhi perintah shalat. Namun disisi lain perbuatan keji dan munkar semakin marak. Semakin banyak penipuan dan korupsi, semakin banyak pelecehan seksual yang bahkan dilakukan oleh guru dan pemuka agama.  Satu kondisi yang kontradiktif dengan firman Allah diatas.


Saatnya kita mengevaluasi ibadah shalat kita. Apakah kita sudah meresapi makna dan hakikat shalat. Apakah kita sudah shalat dengan tulus dan lillahi ta’ala? Kenapa masih saja ada kekejian dan kemunkaran?


Mari, kita semua, melakukan muhasabah diri masing-masing. (AU-13042022)

Puasa (10)


Kemarin terjadi unjuk rasa mahasiswa memprotes beberapa hal yang ditujukan kepada penyelenggara negara. Unjuk rasa untuk memprotes program atau kinerja penyelenggara negara memang hak setiap warganegara.  Terlepas dari kebenaran subyek serta obyek dari protes dalam unjuk rasa ini, kita perlu prihatin atas kejadian pengeroyokan yang brutal terhadap kemanusiaan pada unjuk rasa didepan gedung DPR RI. Kejadian ini telah mencederai sistim demokrasi yang telah kita sepakati bersama.


Unjuk rasa yang dilakukan dalam bulan suci Ramadhan dimana sebagian besar dari pengunjuk rasa sedang menjalankan ibadah puasa. Sebagaimana dalam tulisan terdahulu (Puasa 4), syetan terikat atau terbelenggu oleh puasanya umat selama Ramadhan. Kenyataan yang terjadi kemarin, ternyata belenggu syetan terlepas, karena terjadinya pengeroyokan tersebut.


Apakah ini refleksi dari ketidak berhasilan puasa para pelaku dalam rangka mengikat syetan? Hanya Allah swt yang tahu. (AU-12042022)

Monday, April 11, 2022

Puasa (9)


Hari ini terlambat mengisi tulisan hikmah puasa pada hari ke 9. 


Sementara menjalankan ibadah puasa, ibadah lain akan membantu menjaga suasana puasa kita. Bahkan dari pengajian katanya pahala ibadah dibulan puasa akan dilipatgandakan, ini sangat memprovokasi pemburu pahala. 


Apapun ibadah yang dilakukan, terutama yang menambah kebahagiaan dan membantu orang lain (ibadah sosial) adalah baik. Perkara pahala terserah Tuhan, yang penting kita jalankan dengan ikhlas dan tulus tanpa pamrih (lillahi ta’ala). 


Untuk beribadah apalagi ibadah sosial perlu sangat hati-hati karena mudah sekali terjerumus kedalam riya. Pada saat berpuasa kita dapat belajar beribadah dengan ikhlas dan tulus. Puasa yang sebulan penuh menahan lapar dan haus di siang hari, pada awalnya terasa sebagai beban kewajiban, namun setelah beberapa hari menjadi rutin dan dapat berubah menjadi tulus, walaupun rutinitas juga dapat membuat lupa.


Demikian juga ibadah sosial dapat dianalogikan dengan berpuasa, semakin sering dilakukan semakin tulus. 


Semoga. 

(AU-11042022).

Sunday, April 10, 2022

Puasa (8)


Memasuki puasa hari kedelapan, latihan sudah mulai nyaman. Ritme kehidupan mulai tertib dan lancar. Puasa mulai terasa sebagai rutinitas.


Kita harus mulai waspada, karena rutinitas biasanya membuat orang terlena dan lupa bahwa dia sedang berpuasa dalam rangka melatih diri menuju manusia bertaqwa.  

Latihan meningkatkan awareness atau kesadaran sedang berpuasa perlu dijaga. Untuk itu biasanya kita melakukan ibadah sunnah yang tidak berkaitan langsung dengan puasa. Bahkan para ulama mendakwahkan imbalan pahala berlipat untuk ibadah sunnah tsb. Tidak lain ini dilakukan utk menjaga atmosfir puasa.


Semoga kita tetap terjaga dalam atmosfir puasa sehingga tetap merasa berada dalam latihan menuju taqwa. (AU-10042022)